Cara KPR Rumah Mulai dari Pengajuan sampai Tandatangan Akad Kredit

cara kpr rumah

Situs Inafina Property kali ini akan membahas mengenai KPR atau Kredit Pemilikan Rumah yang saat ini menjadi solusi tepat dan diandalkan oleh berbagai kalangan untuk bisa memiliki hunian impian.

Hal itu sangat wajar sebab tidak banyak orang yang mampu membeli rumah secara tunai (cash) karena harga rumah sudah sangat tinggi sekali.

Apalagi harganya selalu naik terus setiap tahunnya, jadi bagi yang niat untuk menabung agar bisa membelinya secara tunai, tampaknya harus “balapan” dengan kenaikan harga properti.

Tentu tidak semua orang ingin menerapkan hal itu dan rata-rata lebih memilih membelinya secara kredit dengan mulai melirik cara KPR rumah.

Melalui fasilitas tersebut, kita bisa memiliki rumah idaman lebih cepat dibandingkan harus menunggu uang terkumpul di tabungan.

Pada umumnya uang muka yang harus disediakan ialah sebesar 30% dari nilai rumah yang diinginkan lalu sisanya dibayarkan oleh pihak Bank kepada pihak penjual rumah.

Biasanya ada biaya-biaya yang harus ditanggung oleh calon pembeli dan berikut ini biayanya:

Biaya KPR

syarat kpr rumah second

Biaya Notaris

Ini merupakan biaya pengurusan yang wajib Anda keluarkan pada saat proses KPR. Pihak developer dan bank biasanya sudah memiliki notaris sendiri.

Kedua notaris memiliki pekerjaan berbeda-beda misalnya pihak notaris bank menyiapkan akta kredit.

Sedangkan notaris pihak developer menyiapkan Akta Jual Beli atau sering disebut dengan AJB.

Lalu Anda sebagai kreditur atau pembeli rumah adalah pihak yang harus membayar seluruh biaya notaris.

Sebagai contoh, cost yang harus dikeluarkan untuk wilayah Jakarta bisa diatas 5 juta rupiah, namun itu bukan angka pasti sebab semua tergantung oleh fee yang dikenakan setiap notaris.

Biaya Tanda Jadi

Ini berlaku untuk rumah baru maupun second (bekas), pada umumnya bagi rumah seken kita bayarkan ke pihak perantara atau mediator, sedangkan rumah baru kita bayarkan kepada pihak pengembang perumahan tersebut sebagai bukti komitmen / keseriusan untuk membeli.

Down Payment (DP)

Tahapan cara KPR rumah yang pertama adalah siapkan uang muka sejak awal karena pada saat Anda sudah melakukan akad kredit dengan pihak perbankan, hal selanjutnya ialah melakukan pelunasan DP dengan menandatangani SPJB (Surat Perjanjian Jual Beli).

Semua kegiatan tersebut dilakukan dihadapan notaris. SPJB merupakan bukti pelunasan uang muka pada saat akad kredit.

Biaya Provisi

Pihak kreditur atau pembeli akan menanggung biaya ini dengan besaran sekitar 1% dari total pinjaman kredit KPR.

Pihak bank lah yang membebankan ini kepada calon nasabah dan musti dilunasi sebelum kredit dilaksanakan.

Fungsi biaya ini adalah sebagai biaya administrasi bank untuk pengurusan KPR dan hanya dibayarkan sekali saja diawal oleh pembeli rumah.

Biaya Asuransi Rumah

Asuransi Rumah atau sering disebut juga dengan Asuransi Kebakaran ialah fasilitas keuangan yang ditawarkan oleh pihak asuransi untuk melindungi properti kesayangan Anda.

Setiap tempat tinggal pasti memiliki berbagai resiko seperti kebakaran, kerusakan akibat bencana alam, ledakan, tersambar petir, kejatuhan pesawat terbang, asap, penjarahan dan lain-lain.

Bagi Anda yang saat ini sudah memiliki rumah – baru ataupun second, sangat dianjurkan menggunakan fasilitas asuransi ini supaya ketika sesuatu yang tidak diinginkan terjadi pada rumah kesayangan, maka itu tidak akan menguras isi kantong Anda.

Biaya Lain-lain

Ada baiknya Anda siapkan dana ekstra untuk mengantisipasi munculnya biaya-biaya yang tidak terduga.

Itu akan lebih baik daripada ketidaktersediaan dana bisa menyebabkan terganggunya proses pengajuan KPR Anda.

Proses atau Cara KPR Rumah ke Bank

cara kpr rumah tanpa dp

Bagi pemula mungkin masih merasa bingung bagaimana tahapan setiap proses pengajuan dari awal hingga akad.

Berikut ini kami lampirkan detail informasinya, semoga dapat bermanfaat bagi Anda: 

Hal pertama yang musti diketahui oleh calon kreditur:

  1. Hubungi pihak marketing dari developer perumahan yang Anda minati dan tanyakan seluruh detail biaya serta prosedur dari setiap prosesnya.
  2. Pelajari seluruh persyaratan pengajuan kredit pemilikan rumah supaya nasabah dapat menyiapkan seluruh dokumen yang diminta serta bisa juga menyesuaikan kemampuan finansial Anda dengan seluruh uang yang perlu dikeluarkan.
  3. Terdapat proses appraisal (penilaian harga bangunan) untuk unit rumah yang ingin Anda beli.
  4. Kalkulasikan secara cermat mengenai penawaran dari pihak bank seperti suku bunga (rate), biaya akad kredit, tenor pinjaman, asuransi rumah / kebakaran, dan lainnya.
  5. Persetujuan pengajuan (approve) dan tandatangan akad kredit.

Apabila telah menentukan rumah yang diminati serta sudah menyerahkan uang tanda jadi, langkah berikutnya yaitu:

Melengkapi Dokumen yang Dibutuhkan

Anda harus memastikan bahwa tidak ada kekurangan dokumen agar proses awal bisa berjalan lancar di bank.

Dokumen pribadi:

  • KTP.
  • Kartu Keluarga / KK.
  • NPWP.
  • Buku nikah (bagi yang sudah menikah).
  • Slip gaji (siapkan saja mulai dari 3 bulan terakhir untuk jaga-jaga).
  • Surat keterangan kerja – biasanya minimal sudah 2 tahun bekerja & statusnya telah kartap (bagi karyawan swasta).
  • Mutasi rekening tabungan / RK 3 bulan terakhir.
  • Pas Foto 3×4 (suami istri).
  • Siapkan SPT PPh 21 yang terakhir (lebih baik jika ada).
  • Dokumen cara KPR rumah lainnya yang diminta oleh pihak perbankan.

Dokumen unit rumah yang akan Anda beli:

  • Salinan sertifikat tanah.
  • Salinan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).
  • Salinan surat tanda jadi dari pihak pengembang atau penjual properti yang menyatakan setuju menjual rumah tersebut.

Jika seluruh berkas pengajuan KPR telah lengkap, silakan bawa ke bank.

Bank akan melakukan pemeriksaan semua kelengkapan berkas secara administratif dan hal penting pertama adalah melakukan pengecekan BI Checking si calon nasabah.

Biasanya orang banyak yang gagal di tahap ini karena dianggap memiliki rekam jejak cukup buruk untuk masalah kredit di perusahaan keuangan sebelumnya.

Proses Penilaian (Appraisal)

simulasi kpr

Apabila berhasil lolos BI Checking dan kapasitas Anda dianggap layak memperoleh pinjaman oleh tim analis, maka selanjutnya bank akan melanjutkan proses KPR.

Jika membeli unitnya langsung ke pihak pengembang yang telah bekerjasama dengan pihak bank, biasanya nasabah tidak dikenakan lagi biaya appraisal.

Sebab sebagai obyek jaminan kredit, bank sudah menyetujui harga rumah tersebut sehingga tidak perlu lagi dilakukan proses penilaian harga unit.

Kalau untuk kasus beli rumah second atau rumah baru tapi pihak pengembangnya belum melakukan kerjasama dengan bank, maka pihak dari bank akan mengutus tim appraisal untuk melakukan penilaian rumah untuk menentukan harganya.

Perlu diketahui bahwa sama halnya dengan pengajuan pinjaman uang degan gadai sertifikat (SHM / SHGB), di dalam cara KPR rumah ini untuk proses appraisalnya tidaklah gratis.

Calon buyer wajib membayar jasa petugas penilai yang besarannya sesuai dengan ketentuan dari bank (biasanya antara 1 – 1.5 juta).

Beda halnya apabila Anda melakukan pengajuan KPR melalui bank syariah, biasanya mereka tidak mengenakan biaya jasa appraisal.

Perhitungkan Penawaran dari Bank

Jika bank sudah menyetujui pengajuan Anda dan siap untuk mencairkannya, hal selanjutnya ialah jangan terburu-buru untuk segera diterima.

Sebab cara KPR rumah merupakan perjanjian utang jangka panjang yang mungkin bisa terjadi kredit macet diakibatkan oleh hal tak terduga.

Buatlah rencana keuangan jangka panjang yang dimana dalam kondisi apapun, jangan sampai angsuran Anda macet.

Seandainya pun hal itu dipastikan akan terjadi, usahakan jangan sampai macet, ada cara yang bisa dilakukan yaitu take over gadai sertifikat rumah < klik itu.

Kalkulasi kembali mengenai hal yang cukup penting dibawah ini:

Suku Bunga (Rate)

syarat kpr rumah subsidi

Hal ini sebenarnya bisa dilakukan dari awal sebelum Anda melakukan pengajuan, namun tidak ada salahnya mengkalkulasikan kembali apakah sudah sesuai dengan kapasitas keuangan Anda saat ini.

Di awal biasanya bank memberikan penawaran yang cukup menggiurkan, contohnya suku bunga dibawah 8% pertahun.

Namun perhatikan juga apakah itu berlaku seterusnya atau hanya di 3 tahun awal saja lalu selanjutnya menyesuaikan dengan kenaikan suku bunga BI. 

Sebab jika Bank Indonesia menaikan BI Rate cukup tinggi, maka otomatis juga akan mengerek suku bunga KPR.

Namun apabila BI menurunkan BI Rate, maka tidak serta merta bank juga akan ikut menurunkan suku bunga kreditnya.

Ini merupakan salah satu resiko jika Anda mengajukan pinjaman KPR ke bank sebab akan terus terikat dengan berbagai peraturan dan ketentuan perbankan.

Syarat dan Ketentuan

Perhatikan setiap poin per poin supaya tidak menimbulkan sesuatu yang tidak diinginkan di masa akan datang.

Pelajari detail SK nya karena hal itu merupakan ‘hukum’ yang berlaku atau salah satu cara KPR rumah yang harus dipatuhi.

Besarnya denda keterlambatan pembayaran angsuran, pinalty, sanksi dan seterusnya musti benar-benar di pahami sejak awal.

Tidak perlu ragu menanyakan kepada bank apabila ada poin yang dirasa masih membingungkan kita.

Berapa persen pinaltinya jika dilakukan pelunasan dipercepat sebelum masa kredit berakhir dan apakah bisa nego biayanya.

Cara pembayaran cicilan juga perlu ditanyakan supaya Anda terhindar dari lupa bayar atau untuk memprioritaskan utang Anda yang satu ini.

Lebih baik gunakan fasilitas autodebet supaya pada saat mendekati jatuh tempo, dana untuk angsuran akan tertarik secara otomatis.

Tapi jangan lupa untuk selalu menyediakan uang di tabungan supaya pada saat ditarik, tidak gagal debet.

Terakhir perhatikan biaya-biaya yang dikenakan mulai dari provisi, asuransi, prepayment, dan lain-lain.

Persetujuan Kredit 

Apabila pengajuan Anda sudah disetujui, maka bank akan membuat Surat Persetujuan Kredit (SPK).

Disana akan tertulis notaris yang ditunjuk bank untuk mengurus seluruh persyaratan. Soal tarifnya, pada umumnya bank akan meminta kepada calon pembeli rumah untuk menanyakan langsung ke notaris yang ditunjuk (silakan negoisasikan fee nya supaya tidak memberatkan Anda).

Biasanya biaya notaris meliputi jasa pengurusan dokumen Perjanjian Kredit (PK), Akta Jual Beli (AJB), biaya balik nama, pajak, cek sertifikat, Akta Pemberian Hak Tanggungan (APHT), dan lain sebagainya.

Menandatangani Akad Kredit

syarat kpr rumah baru

Ini merupakan final dari proses cara KPR rumah. Melakukan penandatangan akad kredit dilaksanakan dihadapan notaris yang jauh-jauh hari sudah diagendakan.

Biasanya jadwal pelaksanaannya diinfokan sekitar 5 – 7 hari kerja sebelum dilakukan rencana penandatanganan.

Pihak-pihak yang hadir yaitu pembeli rumah (suami istri – jika sudah menikah), perwakilan dari bank, penjual rumah (developer), dan notaris.

Semua pihak tidak dapat diwakilkan dengan alasan apapun sebab wajib menunjukan identitas asli ke hadapan notaris.

Kedua belah pihak, pembeli serta penjual rumah, akan melakukan serah terima dokumen yang diperlukan.

Misalnya si penjual memberikan dokumen yang terkait dengan rumah seperti IMB, sertifikat tanah, AJB, dll.

Selanjutnya notaris akan mengecek semua keabsahan berkas tersebut. Misalnya memeriksa sertifikat tanah dan pajak.

Jika semua sudah dianggap oke, maka notaris akan menyerahkan Surat Tanda Terima Dokumen ke pihak penjual sebagai bukti bahwa seluruh dokumen rumah telah berpindah tangan.

Apabila seluruh proses berjalan lancar (akad kredit sudah ditandatangani), maka bank akan mentransfer dana ke pihak penjual (pengembang / pemilik rumah lama).

Notaris selanjutnya juga akan melakukan proses balik nama sertifikat serta AJB kepada pemilik rumah yang baru.

Berbagai surat yang diproses oleh notaris nantinya akan diserahkan ke pihak bank bersama surat izin mendirikan bangunan (IMB) sebagai jaminan atas kredit.

Notaris juga akan menyerahkan salinan sertifikat tersebut kepada pihak pembeli dalam jangka waktu tertentu, biasanya 3 sampai 6 bulan setelah akad kredit.  

Proses tanda tangan akad kredit dihadapan notaris merupakan puncak dari seluruh cara KPR rumah.

Bisa dikatakan bahwa semua prosesnya sangatlah rumit, panjang serta melelahkan, bahkan jika di total, bisa memakan waktu enam hingga dua belas bulan.

Namun akan indah pada waktunya jika seluruh tahapan telah berhasil dilewati dan yang membuat tidak indah adalah saat Anda lupa atau tidak bayar angsuran rumah tersebut.

Selamat menikmati rumah baru ya.

Cari properti idaman? Percayakan hanya kepada inafina.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp CS 24 Jam (Chat Only)