Simak Jenis-jenis Dana Tunai Paling Cepat Tanpa BI Checking

dana tunai

Saat situasi darurat yang berhubungan dengan keuangan terjadi, tentu yang terlintas di pikiran adalah dengan meminjam dana tunai dan cepat.

Dengan begitu maka keadaan sesulit apapun bisa tertolong karena meminjam uang kepada lembaga keuangan, atau mungkin financial technology tidak dipersulit.

Jika dilihat dari ilustrasi tersebut, maka sudah pasti pinjaman uang sangat dibutuhkan ketika dalam situasi yang benar-benar membutuhkan dana cepat.

Sementara anda tidak memiliki dana cadangan untuk mengantisipasi berbagai permasalahan yang ada tersebut.

Pengertian Pinjaman Dana Tunai

Sebenarnya apa yang dimaksud dengan dana tunai? Bagaimana proses untuk mendapatkannya? Apakah memerlukan jaminan? Semuanya akan di jawab pada pembahasan kali ini mengenai pinjaman atau kredit.

Pinjaman dana tunai merupakan kredit multiguna dari lembaga keuangan, financial technology, atau dari sumber lainnya dalam bentuk tunai untuk berbagai macam keperluan dengan menggunakan jaminan atau tidak menggunakan jaminan sama sekali.

Proses pinjaman dana online saat ini dinilai lebih cepat dari meminjam dana secara konvensional. Maka tidak heran salah satu alasan utama pinjaman dana online lebih di sukai oleh para nasabah karena dana tersebut bisa langsung digunakan setelah cair dan masuk ke dalam rekening tabungan.

Baik plafon maupun tenor pada pinjaman dana cukup bervariasi, ada yang memberikan dana minimal ratusan ribu, jutaan, puluhan, atau bahkan ratusan juta.

Sedangkan untuk tenornya bervariasi tergantung dari kesanggupan nasabah yang meminjam sejumlah dana melalui pinjaman multiguna.

Jenis-Jenis Pinjaman Datun

Perlu kalian ketahui, pinjaman dana tunai terdiri atas beberapa produk yang bisa dipilih sesuai dengan profil dan keinginan nasabah.

Di rangkum dari berbagai sumber, ada 4 jenis pinjaman dana tunai yang populer di Indonesia sehingga ke 4 produk ini menjadi populer.

Apa saja jenisnya? Simak ulasannya di bawah ini:

  1. Pinjaman Dana dari Financial Technology

Financial technology berjenis P2P Lending (peer to peer) merupakan pinjaman dana tunai paling populer yang bisa kalian lakukan untuk segera mendapatkan dana tunai dengan cepat.

Bahkan saking cepatnya, hanya dalam hitungan menit saja dana tersebut bisa langsung cair. Namun perlu di ingat cepat atau lambatnya pinjaman dana tunai bisa masuk ke rekening kalian adalah terpenuhinya syarat dan ketentuan dari financial technology (fintech) yang di ikuti.

Bagi kalian yang ingin mencoba meminjam dana tunai melalui fintech maka harus tahu dulu letak perbedaan antara fintech legal dan fintech ilegal yang kian hari semakin marak dengan menipu para calon nasabah hingga melakukan pembobolan data.

Yang harus kalian pilih adalah fintech yang sudah memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Bagaimana cara mengetahui fintech tersebut legal atau ilegal? Pertama-tama bisa masuk pada situs resmi OJK untuk mencari tahu, atau bisa juga pada aplikasi yang tersedia di Google Play Store.

Bahkan bisa lewat Apps Store dengan mencari aplikasi yang memiliki tanda khusus bertuliskan OJK jika sudah mendapatkan izin secara resmi.

Untuk pinjaman online melalui fintech memang lebih mudah dibandingkan dengan pinjaman dana tunai lainnya, akan tetapi jika dilihat plafonnya justru yang paling rendah dibandingkan dengan yang lain karena rata-rata fintech hanya bisa meminjamkan uang berkisar 15 jutaan.

Selain itu bunga yang di bebankan bagi kreditur termasuk berbunga tinggi dibandingkan dengan KTA, karena bunga pada fintech dihitung per hari, bukan bulanan.

Karena fintech ini sepenuhnya online, maka pengajuan juga sepenuhnya dilakukan secara online. Syarat dan ketentuan jika ingin mengajukan pinjaman dana tunai tidak terlalu rumit.

Kalian hanya perlu mempersiapkan kartu identitas seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Slip Gaji, dan rekening bank konvensional milik pribadi.

Setelah mempersiapkan dokumen pribadi, jangan lupa untuk instal aplikasinya dan lakukanlah pendaftran sebelum melakukan pinjaman dana tunai melalui fintech legal.

Kekurangan dari layanan ini ialah menerapkan BI checking dalam prosesnya, jadi jika riwayat kredit Anda buruk, maka jangan harap bisa dapat pencairan ini.

  1. Pinjaman Dana Tunai Untuk Pembiayaan Modal

Bagi kalian yang ingin mendapatkan dana segar khusus untuk usaha, maka Kredit Usaha Rakyat (KUR) bisa menjadi pilihan utamanya. Pinjaman dana tunai KUR ini lebih dikhususkan bagi para pengusaha baik itu skala mikro, skala kecil, dan skala menengah.

KUR untuk pinjaman dana tunai terdiri dari 2 jenis, yaitu KUR Mikro dan KUR Ritel. Perbedaan dari keduanya adalah dari nasabahnya karena KUR Mikro untuk pengusaha mikro dan KUR Ritel diperuntukkan bagi para pengusaha kecil maupun menengah.

Dari segi plafon, KUR Mikro diberikan dana sebesar 25 juta, sedangkan untuk KUR Ritel dana yang akan dipinjamkan bisa mencapai 500 juta.

Adapun untuk KUR Mikro bisa mengajukan pinjaman dana tunai tanpa menggunakan agunan sama sekali, sedangkan untuk KUR Ritel harus disertai dengan agunan ketika saat mengajukan pinjaman dana tunai.

Cara pengajuannya biasanya bisa dilakukan dengan datang langsung ke bank terkait atau bisa juga dengan cara online. Akan tetapi cara online pun nanti ujung-ujungnya harus mendatangi lembaga keuangan terkait.

Syarat dokumen yang perlu dipersiapkan yaitu fotokopi identitas pribadi seperti KTP, NPWP, KK, Buku Nikah bagi yang sudah menikah, rekening koran tabungan, SIUP, SKDU, proposal pengajuan dana, dan lainnya yang diperlukan.

Ajukan permintaan berdasarkan kemampuan kalian untuk membayar cicilan setiap bulannya. Kalian tidak perlu khawatir mengenai bunga yang harus dipenuhi setiap bulannya karena setengah bunga yang di persyaratkan sudah di subsidi oleh pemerintah.

  1. Pinjaman Dana Tunai Melalui Kredit Multiguna

Kredit multiguna adalah jenis pinjaman dana tunai dengan menggunakan agunan. Agunan tersebut merupakan aset berharga yang dimiliki oleh kreditur seperti sertifikat tanah, BPKB kendaraan, atau agunan lainnya yang digunakan sebagai jaminan.

Nominal plafon biasanya disesuaikan berdasarkan dengan agunan tersebut, biasanya diberikan sebesar 80 % dari nilai jual aset yang diagunkan.

Secara umum, pengajuan kredit multiguna harus memiliki kartu identitas diri untuk selanjutnya di fotokopy seperti KTP, NPWP, rekening koran tabungan 3 bulan terakhir, slip gaji, dan dokumen resmi aset yang diagunkan.

Ikutilah petunjuk yang diberikan oleh petugas khusus di lembaga keuangan hingga proses pengajuan ke pencairan pinjaman bisa lebih cepat dan tidak ada kendala sama sekali.

  1. Pinjaman Dana Tunai Dengan Kredit Tanpa Agunan (KTA)

KTA merupakan kebalikan dari kredit multiguna di mana KTA tidak perlu menyertai aset yang di agunkan atau yang dijaminkan.

Bahkan jika dibandingkan denga kredit multiguna, kecepatan pencairan bisa lebih cepat yang memiliki sifat fleksibel digunakan untuk berbagai keperluan.

Perlu kalian ketahui bahwa bunga KTA cukup besar jika dibandingkan dengan kredit multiguna, hal ini tidak perlu diperdebatkan karena KTA memang tidak membutuhkan aset sebagai jaminan pinjaaman dana tunai.

Pesyaratannya tidak jauh berbeda dengan kredit multiguna, hanya saja tidak menyertai dokumen resmi aset karena memang KTA tidak membutuhkannya.

Sama halnya dengan pinjol, KTA juga menerapkan BI Checking di dalam prosesnya sehingga itu menjadi kendala utama bagi kebanyakan orang.

  1. Pinjaman Dana Dengan Gadai BPKB Mobil

Saat ini pinjaman dana tunai dengan gadai BPKB mobil banyak disukai karena menawarkan kemudahan dan bunga yang lebih ringan dibanding KTA. Bahkan anda bisa mengajukan pinjaman tanpa BI checking sama sekali.

Caranya sangat mudah, anda tinggal mengajukan jaminan BPKB melalui situs ini untuk mendapatkan suntikan dana tunai dalam waktu yang cepat dengan persyaratan mudah.

Bahkan ada banyak keuntungan yang bisa anda dapatkan dengan meminjam uang hanya ke situs inafina.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2024 Inafina.id